Sejarah
Nama seorang sultan pembangun
Mengapa Korem di Banten menyandang nama Maulana Yusuf, dan bagaimana satuan ini terbentuk.
Sultan Maulana Yusuf
Maulana Yusuf adalah sultan kedua Kesultanan Banten, putra Sultan Maulana Hasanuddin, yang memerintah pada paruh kedua abad ke-16. Masa pemerintahannya dikenal sebagai masa pembangunan: kota Banten diperkuat dengan benteng dari bata dan batu karang, pertanian dan irigasi diperluas, dan pengaruh kesultanan meluas ke pedalaman.
Makna semboyan
Semboyan gawe kuta baluwarti bata kalawan kawis berarti "membangun kota dan benteng dari bata dan batu karang". Bagi satuan kewilayahan, semboyan ini dibaca sebagai ajakan untuk membangun ketahanan wilayah yang kokoh bersama masyarakat.
Berdirinya Korem 064
Korem 064/Maulana Yusuf diresmikan pada 17 Mei 1966 oleh Panglima Kodam Siliwangi saat itu, Mayjen Ibrahim Adjie. Sejak itu tanggal 17 Mei diperingati sebagai hari jadi satuan. Korem ini berkedudukan di Kota Serang dan berada di bawah Kodam III/Siliwangi.
Satuan yang pernah bergabung
Batalyon Infanteri 320/Badak Putih pernah berada di bawah Korem 064 sejak 1985. Pada November 2022 kendali operasinya dialihkan ke Kostrad. Daftar Kodim yang kini menjadi jajaran ada di Wilayah.
Garis waktu
Momen kunci
- Abad ke-16
Sultan Maulana Yusuf memerintah Banten.
- 17 Mei 1966
Korem 064/Maulana Yusuf diresmikan.
- 1985
Yonif 320/Badak Putih bergabung ke Korem 064.
- 18 Nov 1987
Kodim 0623/Cilegon dibentuk.
- 2022
Kendali Yonif 320 dialihkan ke Kostrad.